1. Wisata Sejarah Museum Rumah Bundar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara
 |
| Rumah Bundar |
Di kota Tarakan ini terdapat wisata sejarah yang bisa kita kunjungi sebagai salah satu objek wisata sejarah di kalimantan utara, selama ini mungkin masih banyak orang yang tidak tahu tentang wisata museum ini, karena itu disini kita akan memberikan sedikit informasi tentang museum rumah bundar Rumah bundar bukanlah istilah asli dari rumah ini.Rumah bundar hanyalah istilah dari warga kota Tarakan sesuai dengan memori masyarakat kota Tarakan, karena bentuk rumah ini yang beratap setengah lingkaran.
Museum Rumah Bundar yang dapat anda kunjungi saat berada di Kota Tarakan. Bangunan ini didirikan oleh tentara Australia pada tahun 1945 sebagai tempat tinggal setelah merebut kekuasan dari tangan Jepang. Museum Rumah Bundar/Lengkung ini berada dikawasan perumahan kampung Baru tepatnya di jalan Danau Jempang Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah.
 |
| Pistol |
 |
| Uang zaman dulu |
 |
| Bekas baling-baling pesawat |
 |
| Telepon zaman dulu |
Peninggalan yang banyak berbicara terkait sejarah perang dunia ke-2 di museum rumah bundar adalah foto peristiwa yang menceritakan pada zaman tersebut, dan harus diakui untuk benda bersejarah lainnya masih minim koleksi yang dimiliki museum rumah bundar. Koleksi yang bisa kita lihat di dalam museum rumah bundar ini adalah foto–foto yang menggambarkan kehidupan masyarakat tempo dulu seperti pada jaman perang (foto – foto tropen Museum yang dikirim dari Belanda ) Terdapat serpihan baling–baling pesawat yang di temukan, sepatu bekas peninggalan Jepang, helm pasukan tentara sekutu, pedang algojo Jepang, telepon jaman dulu, mobil kotak, uang jaman dulu, pistol, namun ada yang lebih menarik lagi isi rumah Bundar yang mengoleksi keramik yang usianya berkisar 400 sampai 600 tahun.
Ada juga dokumen foto pertambangan minyak kini memberikan gambaran pada kita bagaimana peroses perjalanan sejarah Tarakan menjadi rebutan negara–negara industri yang puncaknya terjadi pada tahun 1945. Tercatat dan terekam dalam foto-foto yang sekarang ini dipajang dan dirawat oleh Disbudparpora kota Tarakan di dalam Rumah Bundar. Koleksi lainya yang bisa kita lihat beberapa alat perang berupa senjata dan pistol peninggalan VOC menyebutkan asal muasal benda ini awalnya dari wilayah kabupaten Berau, senjata api laras panjang dan pistol ini berlabelkan VOC memang sedikit sekali keterkaitan antara VOC. Dengan Tarakan hubunganya dengan senjata tersebut , namun demikian bisa saja senjata ini dihubungkan dengan posisi Tarakan sebagai jalan daerah perdagangan di wilaya hutara Kalimatan, bahwa pistol VOC ini merupakan gambaran senjata para pedagang VOC yang bukan tidak mungkin telah menjadikanTarakan sebagai rute dagang Berau dan juga ke TJ Selor/ TJ Palas pedalaman Kalimantan lainnya.
2. Monumen Tugu Australia di Tarakan, Kalimantan Utara
 |
| Tugu Australia |
Tugu australia merupakan salah satu bukti sejarah pergolakan politik perang dunia II di Tarakan (Borneo), Berlokasi di jalanpulau Kalimantan Kp. Satu 5 km dari pusat Kota atau sekitar 400 meter sebelah timur Kantor Walikota Tarakan (Borneo). Tugu ini dibangun untuk mengenang 225 tentara Australia Bridge ke-26 devisi 9 yang gugur dalam peperangan pembebasan (Borneo) dari tugas kesatuan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, berasal dari negara bagian Victoria dan Australia Selatan. Bangunan ini berbentuk persegi panjang dan pada awalnya monumen tersebut juga difungsikan sebagai tanda pintu gerbang memasuki komplek makam yang berada di bagian utara, Atas permintaan Pemerintah Australia seluruh makam di pindahkan ke negara asalnya.
 |
| Isi perjanjian monumen Australia |
Isi perjanjian monumen Australia ini adalah “ Tiang dan jeruji peringatan ini menandai pintu masuk ke pemakaman perang Tarakan yang asli tempat 225 serdadu Australia dari brigade ke-26 divisi ke-9, tentang kerajaan ke-2, Australia gugur di dalam pertempuran pembebasan Tarakan dari pendudukan Jepang pada tanggal 1 Mei 1945 s/d 15 Agustus 1945 plakat ini sebagai peringatan dan catatan resmi sejarah perjuangan mereka yang gagah berani agar kita tidak melupakan.
3. Bunker Logistik tempat bersejarah di Tarakan
 |
| Bunker Logistik |
Bangunan ini tempat menyimpan Logistik, peninggalan perang dunia II, dibangun antara tahun 1936 - 1939, bangunan ini berada di jl. nelayan, kel. juata laut kota Tarakan. Tidak jauh dari gudang logistik terdapat juga bangunan yang menurut warga sekitar dulunya digunakan untuk gardu listrik, sama juga dibangun antara tahun 1936 - 1939, bagunannya masih kokoh hingga sekarang. Selisih jarak beberapa meter kami temukan juga sebuah bangunan yang dulunya digunakan untuk persembunyian atau pertahana para tentara Belanda selain itu juga digunakan untuk gudang peluru dan peratatan perang lainnya, bunker ini dibangun sekitar tahun 1938. Bangunan - bagunan tersebut merupakan basis utama pertahanan Belanda untukt mengawasi keseluruhan jalur laut dan darat bagian barat memasuki Tarakan dari arah utara, tujuan utama pembangunan sarana ini adalah mengamankan sarana vital Belanda yakni pelabuhan laut dan udara, kawasan tambang minyak dan lingkungan kota. Bangunan - bagunan tersebut merupakan basis utama pertahanan Belanda untukt mengawasi keseluruhan jalur laut dan darat bagian barat memasuki Tarakan dari arah utara, tujuan utama pembangunan sarana ini adalah mengamankan sarana vital Belanda yakni pelabuhan laut dan udara, kawasan tambang minyak dan lingkungan kota.
4. Tempat Bersejarah di Peningki Lama
Situs peningki lama dahulu merupakan basis utama pertahanan Belanda yang
dapat mengawasi keseluruhan jalur laut dan darat memasuki Tarakan dari arah selatan. Tujuan utama dibangunnya sarana pertahanan ini untuk mengamankan berbagai sarana vital Belanda, yakni pelabuhan laut dan udara, pertambangan minyak dan perkotaan.
Sekitar 50 meter dari meriam, terdapat juga bunker yang digunakan untuk pengintaian, letaknya diatas bukit lebih tinggi dari lokasi meriam, selain itu masih ada lagi bunker-bunker peninggalan belada lainna, cuman sayang, kondisinya kurang terawat. Gambar di samping ini dari posisi meriam berada nampak jelas hamparan laut yang sangat luas, disinilah dengan leluasa para tentara belanda mengawasi musuh.
5. Makam Tentara Jepang Di Tarakan
 |
| Makam Tentara Jepang |
Setelah melalui perkampungan penduduk, barulah menemukan suatu bangunan seperti kuil Shinto. Di pintu masuk terdapat sumur dan ada tangga yang menuju ke pemakaman Jepang. Benar-benar terasa suasana Jepang seperti yang ada di komik-komik Jepang, kondisi bangunannya masih bagus tampak menarik dilihat, tamannya sendiritampak terawat baik. Didalamnya ternyata hanya ada satu makam Jepang. Ternyata semua mayatnya dijadikan abu dan nisan yang ada satu itu dijadikan sebagai monumen peringatan bertuliskan kanji hitam untuk berdoa. Katanya wisatawan asal Jepang masih mendatangi dan mendoakan tentara-tentara Jepang disini.
Tugu ini biasanya digunakan dalam upacara perabuan orang-orang Jepang. Konon, tugu ini telah ada jauh sebelum pasukan Jepang datang ke daerah ini. Disinyalir, dulu orang-orang Jepang singgah di tempat ini untuk berdagang sebelum akhirnya Tarakan dijadikan rute ekspansi tentara Jepang saat Perang Dunia II. Banyaknya pejuang Jepang yang tewas ketika berperang di Tarakan membuat di tempat ini banyak dikunjungi warga Jepang. Setiap tahunnya, dipastikan selalu saja ada orang Jepang yang datang untuk berziarah dan melakukan upacara perabuan.
6. Sejarah Loopghraf di Tarakan
Bangunan ini warisan budaya peninggalan masa pendudukan Belanda, dibangun sekitar tahun 1938 untuk keamanan dan perlindungan penduduk dari serangan udara dimasa perang dunia ke II, lebih utama untuk keluarga pekerja penambang minyak Belanda Bataavsche Petroleum Maatchapij (BPM) .
 |
| Loopghraf |
Pada awalnya penduduk yang bermukim disekitar bangunan loopghraf ini merupakan pekerja tambang minyak BPM golongan rendah. Mereka menempati rumah dan bangsal sederhan yang ada disekitar bangunan loopghraf ini. Kini bangunan ini telah menjadi bagian dari warisan budaya yang dilindungi warisan budaya RI Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Memiliki nilai penting bagi perkembangan sejarah, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan pariwisata. Maka selayaknya kita semua dapat menjaga dan melestarikan kebudayaannya agar dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.
7. Sejarah Bandara Juwata Tarakan dan Pilboxs di Tarakan
Bandara Internasional Juwata pada awalnya dibangun pada masa penjajahan Belanda dan digunakan sebagai pangkalan militer pesawat tempur mereka. Pada awal penjajahan Jepang, pesawat tempur milik Jepang mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia pada tanggal 11 Januari 1942 di Bandara Juwata. Bandara Juwata resmi dimiliki oleh pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan Indonesia yang kemudian digunakan sebagai bandara perintis dan hanya digunakan oleh pesawat-pesawat kecil. Pada tahun 2000, Bandara Juwata resmi dinyatakan sebagai bandara domestic setelah sebelumnya dilakukan peningkatan landasan pacu menjadi 1.850. Beberapa maskapai penerbangan yang menggunakan Bandara Juwata saat itu adalah Citilink, Bouraq Indonesia, Dirgantara Air Service, Mandala Airlines, Kartika Airlines, Pelita Air Service dan Merpati Nusantara Airlines. Penerbangan internasional pertama yang dilakukan di Bandara Juwata dilakukan sejak tahun 2006, dilaukan oleh Bouraq Indonesia dengan mengambil rute penerbangan Tarakan-Tawau. Penerbangan internasional yang dilakukan Bouraq Indonesia berakhir pada tahun 2000. Pada tahun 2006 Malaysia Airlines juga melayani rute penerbangan Tarakan-Tawau, dan berakhir pada tahun 2010. Pada bulan Februari 2012 maskapai Malaysia Airlines kembali melayani rute penerbangan Tarakan-Tawau, namun dioperasikan oleh MASwings. Sejak 1 Juli 2012 mereka menambah rute penerbangan baru, yaitu rute penerbangan Tarakan-Kinabalu.
 |
| Bandara Juata Tarakan |
 |
| Pilboxs |
Dan di wilayah yang berdekatan dengan bandara Juwata terdapat Pilboxs yang dulu di buat oleh Belanda. Dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda 1939, selain sebagai tempat pengawasan kawasan bandara juga menjadi tempat pengintaian musuh yang akan menyerang kawasan tersebut. Terbuat dari cor beton bertulang dengan ketebalan 30 cm berbentuk persegi delapan dengan tinggi 3 meter dan diameter 6 meter. Mengapa harus membangun pertahanan seperti ini? Karna salah satu fasilitas di kota Tarakan yang menjadi incaran paling srategis ketika berperang adalah di bandara. Sehingga dibangunlah pertahanan dari pilboxs ini sendiri.
Itu dia hasil dari observasi kami tentang tempat wisata bersejarah di kota Tarakan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua dan lebih mencintai sejarah yang ada di kota Tarakan ini.